Tuesday, November 15, 2005

Pantang Undur


Buah berangan jual di padang
Di jual sama buah keranji
Khabarnya tuan beralih pandang
Bilakah hamba memungkir janji

Mentari bersinar awan mendung
Dipagi hari menghilang kabus
Kalau benar usah berselindung
Tergadai hati tak kan ku tebus

Buah manggis dibawa pedati
Sampai busuk di Batang Padang
Rindu menangis di pintu hati
Hendak masuk tuan tak undang

Dalam hutan tumbuhnya meranti
Dahan bertemu pohon kemboja
Jangan tuan menyorok hati
Kalau jemu katakana saja

Niaga tikar di pekan Sungkai
Tertinggal satu di Gunung Rapat
Kembang mekar bunga setangkai
Belum tentu kumbang yang dapat

Tukar haluan mengelak ribut
Singgah dikuala hingga ke senja
Dalam dakapan lagi ku rebut
Inikan pula baru bermanja

Banyak sekali ikan talang
Berlumba sama ikan pelata
Remuk hati berputih tulang
Tidak ku rela berputih mata

Tumbuh rapat pohon kuini
Daunnya lebat tidak terjaga
Jika tak dapat di dunia ini
Didalam akhirat ku ambil juga

Renang dilautan ikan senangin
Tersekat dikelah banyak yang mati
Banyak nyanyian dendangan angin
Hanya sebuah berlagu di hati

0 Comments:

Post a Comment

<< Home