Thursday, March 13, 2008

tangan mu sentiasa terhulur
hati mu sungguh rela
rindu mu tetap bicara
sayangnya tak terpandang mata
telinga tidak mendengar apa apa

pintu hati mu telah dibuka
ku pernah menjenguk muka
dari sudut kecil hati mu
kau diam menyorok malu
dengan sabar dan tenang
kau tanam benih harapan
kau serah rindu mu
tidak pernah aku mengambil tahu

disebalik tabir harapan
kau berselindung setia berkorban
kau tetap disitu
apabila di perlu
kau datang dan pergi
tidak pernah menagih janji

kenapa mata ini
terlepas pandang
senyum mu yang girang
kenapa aku tak peka
kepada harapan yang diminta
kenapa aku masih tercari
apa yang ujud di depan mata
telah kau nyatakan segala
hanya hati ku ini yang buta

Labels:

Wednesday, January 31, 2007

jika hanya bermimpi
mampu menghilangkan rindu ini
aku tak ingin tibanya siang
biar lena ku panjang
akan ku sentiasa tidur beradu
diulit rindu

jika ku empunya dua doa
untuk dimakbulkan
akan ku pohon satu
restuilah cinta ku
dan yang kedua
restuilah cinta kita

jika air mata mampu
mencipta lagu
ia akan menulis lirik yang syahdu
cinta ku kepada mu

tapi mimpi hanyalah mimpi
dan impian tak akan jadi nyata
air mata tak akan dapat mencipta
sebuah lagu cinta
namun bilamana air mata ini
mengalir di pipi
ia menitis sendu
kerana rindu pada mu

Friday, December 23, 2005

You did quite well to hide the pain
you said never to expect I will care again
if you just need a helping hand
I’ll offer both of them I don’t mind
but if you seek a place to cry on
I not going to lend my shoulders to cry upon
I won’t be tempted and I am not willing
to invoke those familiar forgotten feelings

The stars still shine in your eyes
but now they belonged to the skies
and as the trees reach out for the sun above
please reach out to him for renewed love
if our love ceases to be
its not the end of the world for me
I’m sure you knew these words
from our song that will no longer be heard

its my fervent hope that everything would work out fine
salvage your life don’t worry about mine
get back to him he’s your man
I’m the one you have left behind
I beg of you my sacrifice don’t let it be in vain
just let me to do my crying in the rain !

Wednesday, November 30, 2005

WAHAI TUN TEJAH





Buah berangan dari Labuan
Dibawa berjaja oleh juragan
Apakah gerangan hajat mu tuan
Berjumpa senja ditaman larangan

kita ke seberang naik perahu
mungkin sampai di petang hari
berita sedih nak kuberitahu
cincin yang diberi hilang di jari

Daun peria dimakan gajah
Daun selasih luruh merata
Di senja hamba menatap wajah
Pancaran kasih menyinar dimata

kasih tuan di awan kelabu
kasih kami tetap bersemi
rasa pilu melilit kalbu
takutkan tuan marahkan kami

Burung merpati dicarik bulu
Sudah dibersih jatuh melayang
Nada hati mu berlagu pilu
Meluah kasih menagih sayang

tidakku ragu anda bersama
walaupun hari dah hampir rembang
hendak berlagu tiada irama
cuma alunan berlagu sumbang

Tumbuh dilembah sipohon jati
Rapuh dahannya tak tahan lama
Tuan bersumpah sehidup semati
Ke hujung dunia sanggup bersama

apa ada di dalam kota
orang berduyun bahu membahu
sumpah setia luahan kata
kehendak Tuhan siapa tahu

Kalau terjumpa sarang tebuan
Hendak berjaga takut diserang
Melutut hamba dikaki mu tuan
Tak berani hamba berkasih sayang

air menitis ditadah jangan
hendak kutapiskan dengan kain
tiada tertulis di tapak tangan
hamba berkongsi dengan yang lain

Akar seruntun jalar kesana
Dahan menumpang pohon semalu
Tuan kuntum mekar di istana
Hamba kumbang menumpang lalu


lemah longlai tiupan bayu
jiwa merintih hati terkedu
hamba cuma teratai yang layu
takkan berkembang di tasik madu

Habis dipanggang ikan diselat
Dimakan bersama dimalam hari
Keris dipinggang mempertahan daulat
Pantang laksamana menikam curi

dari tanjung terus ke Kudat
singgah di Johor untuk berjamu
tuan kusanjung menghormati adat
dalam doaku, kusebut namamu

Berhenti penat dirumpun pandan
Badan diserang digigit nyamuk
Ku rasa kiamat seluruh badan
Jantung berperang hati mengamuk

badan diserang digigit nyamuk
buat-buat saja tak perasan
jantung berperang, hati mengamuk
agak-agak siapa yang pengsan

Awan tengkujuh arak berderai
Dihembus kearah puncak gunung
Hancur luluh jiwa berkecai
Tertutup sejarah cinta nan agung

lagu merdu dindangan Musalmah
irama sedih bermotif cinta
baru nak mula kat mukadimah
kenapa tuan tamatkan cerita

Membilang hari berselisih waktu
Usah mengeluh merajuk hati
Ku sumpah diri berkasih satu
Beranak sepuluh sanggup ku nanti

ikan terisi siikan petutu
dimasak lemak masakan tahan
akan kusaksikan sumpahanmu itu
semoga kiranya diizinkan Tuhan

gadis melayu bersopan santun
berbudi bahasa jarang berbalah
sewaktu hamba menulis pantun
bondaku ada duduk di sebelah

Friday, November 25, 2005

MENGHARAP


sudah gaharu cendana pula
tak tumbuh tak melata
kenapa tak beritahu dari mula
tuan tak sungguh janji bercinta


datok panglima ke Inderagiri
bawa ramai berdagang kain
belum pun sepurnama hamba pergi
kain disidai di ampain yang lain


hembus bayu di hutan belukar
gugur melayang daun melati
kain baju boleh ku tukar
kasih sayang terpahat di hati


cantik burung seekor merpati
bulunya bersih paruhnya satu
dalam ku kurung dikamar hati
cahaya kasih tak bersinar disitu

Tuesday, November 15, 2005

Pantang Undur


Buah berangan jual di padang
Di jual sama buah keranji
Khabarnya tuan beralih pandang
Bilakah hamba memungkir janji

Mentari bersinar awan mendung
Dipagi hari menghilang kabus
Kalau benar usah berselindung
Tergadai hati tak kan ku tebus

Buah manggis dibawa pedati
Sampai busuk di Batang Padang
Rindu menangis di pintu hati
Hendak masuk tuan tak undang

Dalam hutan tumbuhnya meranti
Dahan bertemu pohon kemboja
Jangan tuan menyorok hati
Kalau jemu katakana saja

Niaga tikar di pekan Sungkai
Tertinggal satu di Gunung Rapat
Kembang mekar bunga setangkai
Belum tentu kumbang yang dapat

Tukar haluan mengelak ribut
Singgah dikuala hingga ke senja
Dalam dakapan lagi ku rebut
Inikan pula baru bermanja

Banyak sekali ikan talang
Berlumba sama ikan pelata
Remuk hati berputih tulang
Tidak ku rela berputih mata

Tumbuh rapat pohon kuini
Daunnya lebat tidak terjaga
Jika tak dapat di dunia ini
Didalam akhirat ku ambil juga

Renang dilautan ikan senangin
Tersekat dikelah banyak yang mati
Banyak nyanyian dendangan angin
Hanya sebuah berlagu di hati

Thursday, November 10, 2005

Bukan



Ikan di hulu rupanya selayang
Dikail mari umpannya kelapa
Buka rindu bukanya sayang
Hanya hati tak dapat melupa

Balam mendayu dipohon melati
Hingga malam barulah reda
Bukan rindu mengusik hati
Hanya demam sering melanda

Dari tali menjadi benang
Bawa niaga ke pekan Bidur
Bukan hati asyik mengenang
Hanya mata tak mau tidur

Sekam didapur ditampi tampi
Supaya kering tidak berdaki
Bukan tidur termimpi mimpi
Hanya baring tak basuh kaki

Pohon selasih cabang kebendang
Bunga berangan berputik dirawa
Bukan kasih datang bertandang
Hanya kenangan mengusik jiwa

Itu ikan ini pun ikan
Bukan haiwan dibukit rimba
Ini bukan itu pun bukan
Apa gerangan penyakit hamba?